Sabtu, 19 Mei 2012



Suci Sekeping Hati 


Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba
Bagiku perasaan manusia seperti cuaca. Tidak pernah bisa diperkirakan . Terlepas  dari adanya istilah “prakiraan cuaca”.  Meskipun keadaan mendung, belum tentu hujan. Begitupula  yang  tadinya cerah, bisa berubah jadi hujan. Jadi  intinya sampul manusia (wajah),tidak  menentukan kondisi hati sebenarnya. Yang  nangis bukan berarti ia sedih,  bisa aja ia  sedang bahagia.
Setuju???