Setelah
lama ga nulis cerita, mari kita mulai lagi bercerita. Cerita apapun, mudah-mudahan
dapat dipetik hikmah dan manfaatnya (dipetik? emang buah atau bunga kali ah).
Jadi
ceritanya begini...........
Yah
begitu...
Maaf,
heureuy saalit. Hehe
Jadi
ceritanya waktu libur tepatnya hari kamis tanggal 3 Januari 2019, simkuring
pergi ke salah satu optik yang ada di
jalan hazet. Optik Orbita namanya. Kenapa pergi ke optik? karena mau beli
kacamata. Yaiyalah. Soalnya kacamata yang sebelumnya udah ga bisa dipake lagi.
Dan penglihatan ini harus dibantu supaya
lebih jelas melihat masa depan. Lebay.
Kurang
lebih 13.30 nyampe di optik. Langsung liat-liat frame yang ada di tokuy (duh
meni tokuy bahasana). Tokuy teh etalase atuh bahasa kerena mah. Setelah sekilas
liat frame, simkuring mengutarakan kepada pegawai optik bahwa simkuring ingin
dicek mata, apakah minusnya bertambah atau tetap. Teteh pegawainya menunjukkan
ruangan untuk periksa mata, yang ada di ujung sebelah kanan kalo dari pintu
masuk mah. Masuk ke ruang itu, ternyata ada beberapa orang juga yang sedang
diperiksa. Sebenarnya, untuk di cek mata itu kalo pesan dari Pa Asep dosen IPA di UPI Bandung itu lebih
baik ke dokter mata langsung. Karena di dokter mata itu,mungkin sebelum
disarankan memakai kacamata kita terlebih dahulu disarankan untuk memakan apa
misal yang bisa membuat mata kita sehat (koreksi bila keliru) . Tapi simkuring
malah pergi ke optik. Langsung we lah. Karena apa coba? Karena perkiraan
simkuring, sepertinya akan lebih mahal biaya periksa ke dokter mata daripada
beli kacamata. (kacamatanya juga yg framenya standar sih).
Lanjut,
setelah menunggu beberapa menit tibalah
saatnya bagian simkuring diperiksa. Simkuring kira langsung disuruh duduk di
kursi yang beberapa meter didepannya ada kombinasi tulisan angka dan huruf,
tapi sebelum itu disuruh untuk duduk didepan alat. Entah apa namanya. Nanti saya gugling nama dan gambarnya. Yang
jelas kita disuruh menempelkan dagu dan membuka mata, dan disana kita bisa
lihat gambar, entah gambar apa yang kadang terlihat blur kadang jelas.
Nah
gambarnya seperti ini
Namanya
keratometer ‘autorefractometer
Beres
diperiksa disana, langsung duduk di kursi pemeriksaan. Ditanya dulu sama
tetehnya, apakah sudah pernah periksa? kacamatanya dibawa atau nggak? Udah
dijawab lanjut periksa. Kita diminta memakai kacamata, yang kacanya bisa
dituker-tuker. Sambil kita liat dan baca tulisan yang ada kurleb 5 meter
didepan kita. Mulai dari tulisan gede sampe yang kecil. Dipapay. Burem atau
jelas. Kalo burem kagak kebaca, tetehnya nuker kaca yang laen. Mata kita
diperiksanya satu-satu. Yang kanan dulu. Udah beres yang kanan, terus yang
kiri. Sudah beres dua-duanya. Langsung dicoba kaca keduanya, dan terdeteksilah
minusnya berapa. Dan ternyata mata sebelah kanan minusnya nambah cuy.
Terus
sama si tetehnya dikasih kertas, kayak keterangan minus yang kiri dan kanan
berapa. Buat acuan kalo kita mau beli kacamata.
Oke
kita lanjut beli kacamata. Liat-liat lagi frame. Kalo ada pembeli yang lain
yang lagi coba, simkuring samperin. Numpang nyoba. Hehe
Kesana
kemari, tapi belum ada yang sreg. Langsung lah simkuring berkonsultasi kepada mba
frim, koncoku. Meminta pendapat frame yang cocok untuk simkuring. Oke. diguglingin
deh frame yang sesuai dengan bentuk muka. Sebenarnya simkuring juga bingung,
termasuk apakah muka simkuring ini teh. Nu pasti mah jebag. Wkwkwkw. Setelah diidentifikasi
katanya termasuk yang oblong atau kacamatanya harus oblong. Diperlihatkanlah
kepada pegawai optiknya, bahwa simkuring menginginkan frame yang seperti di hp.
Beberapa frame dikeluarkan dari berbagai bahan dan merek. Simkuring coba dan
sambil selfie, untuk selanjutnya di tunjukan kepada mbafrim. Ada 2 sih, saran
dari mbafrim. Tapi kata dia lebih condong ke yang satu. Tinggal bagian saya
yang memutuskan. Dan akhirnya setelah melewati masa mencoba, memfoto, membandingkan, mendengarkan
saran, mempertimbangkan dan diputuskan lah frame yang saya pilih dan beli
adalah yang satunya lagi, alias bukan pilihan mbafrim.
Pyuuuh,
Kalo
meliat ke sekeliling sepertinya saya pembeli terlama yang ada di optik itu.
Gapapa yah. Hehe
Lalu
adakah hikmah dari membeli kacamata ini?
Tentu
ada.
Kalo
secara langsung yang berkaitan dengan mata atau kacamata adalah :
1. Jagalah mata kita
2. Jangan main hp, laptop, liat tv ditempat yang gelap.
3. Kalo sudah punya kacamata, jaga baik-baik, jangan sembarang
nyimpen
4.
Sebelum berangkat ke optik, sercing dulu lah kira-kira frame
yang diinginkan
Nah
itu
Tapi
selain itu adalagi hikmahnya.
Entah
berhubungan atau tidak, atau ini mah
hanya baper. Wkwkwkwkw
Simkuring
selalu berpikir atau membayangkan bahwa kegiatan memilih kacamata ini
khususnya, atau benda lain umumnya seperti kalo kita akan memilih jodoh.
Asyiiik obrolannya tentang jodoh euy. Cikiciww. Apaansih.
Yah,
kita bebas aja sih pilih-pilih. Melihat mana yang cocok, yang kita sreg. Selain
melihat kita juga bisa libatkan orang lain seperti keluarga dan sahabat untuk
diminta pendapat. Apakah ini baik untuk kita, cocok untuk kita. Tapi pada akhirnya
kita sendiri yang memutuskan, karena kita yang akan menjalanainya. Dan yang
terpenting adalah libatkan Allah, karena ia lebih tau mana yang baik untuk
hamba-Nya. Begitu.
*Tulisan
Januari yang baru diposting Februari. Sayang kalo nggak diposting tuda, hasil
buah pemikiran yang jarang berpikir.
*Nyambung atau tidak nggak masalah, namanya juga belajar.
*Bahasa
yang digunakan tidak sesuai dengan EYD, tapi disesuaikan dengan keinginan simkuring.
Terima Kasih
Sumber
gambar :