Teruntuk suamiku
Sebenarnya ada yang ingin kusampaikan sejak awal kita sah menjadi suami istri. Tapi sering kali tak jadi aku sampaikan, mungkin karena rasa malu, maklum aku tak bisa berkata-kata puitis atau romantis. Kata-kata inipun terinspirasi saat aku mengikuti seminar pranikah.
Duhai suamiku, aku yakin di luar sana baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyak perempuan yang lebih sholehah, lebih cantik, lebih cerdas, lebih rajin, lebih lemah lembut, lebih keibuan, lebih jago masak, lebih pandai bergaul, lebih pengertian daripada aku dan kelebihan lain yang sesuai dengan kriteriamu, tapi saat ijab kabul kau ucapkan kemarin, Allah telah takdirkan bahwa perempuan yang menjadi jodohmu adalah aku.
Begitupun sebaliknya, aku yakin di luar sana ada laki-laki yang yang lebih sholeh, lebih mapan, lebih pintar, dan lebih tampan, tapi laki-laki yang Allah takdirkan sebagai jodohku adalah kamu.
Maka dari itu, mulai dari akad nikah kemarin, sekarang dan seterusnya mari saling menerima takdir bahwa aku adalah jodohmu dan kamu adalah jodohku. Menerima segala lebih dan kurang masing-masing. Saling mengingatkan dan berlomba dalam kebaikan.
Dari aku, Istrimu
Dari aku, Istrimu