Rabu, 25 Desember 2019


Ada situasi dimana kita harus menerimanya dengan lapang dada. Ada juga situasi dimana kita harus  berusaha untuk mengubahnya

Rabu, 30 Oktober 2019

Topik apa

Pernah ngobrol sama orang yang katanya pendiam?
Lah mau ngobrol gimana, yang pendiam kalo diajak ngobrol ya diem-diem bae. Hehehhe

Eh jangan salah dan mohon pengertiannya wahai orang yang tidak pendiam. sebenernya dia itu dalam pikirannya sedang memikirkan banyak hal. Tentang topik apa yang harus dipilih supaya sesuai dengan partner bicaranya, kekhawatiran takut ga nyambung, kalo becanda bisi krik krik krik, dan segala macem yang ujung-ujungnya mah mending diem ajah cari aman.

Lalu gimana atuh menghadapi si Pendiam itu?
Ehm, tergantung orangnya juga sih. Karena bisa jadi seseorang yang katanya pendiam bisa cerewet kalo di hadapan orang yang sudah dianggap dekat dengannya.

Saran saya sih, sebagai yang katanya pendiam mending tanya aja duluan. Buka pembicaraan apapun topiknya. Pasti dalam hatinya seneng kok. Jadi dia nggak bingung harus ngobrol ngebahas apa. hihihi. Tapiiiii, kalo si pendiam itu ditanya-tanya dan dia ngejawabnya males-malesan, udah mending stop aja. hehehe

Rabu, 03 April 2019

Keluarga Bahagia

         Keluarga Bahagia ini adalah salah satu judul lagu nasyid dari grup Nowseeheart. Nowseeheart ini grup nasyid yang berasal dari Malaysia. Baru tau kemarin-kemarin, itu juga karena lihat video dari IG nya Abah Ihsan yang back soundnya ya lagu ini. Ko enakeun yah, langsung suka dari pertama denger. Langsung lah gugling lagu apakah itu, dengan mengetikan beberapa lirik yang didengar. Jerelet. Beberapa detik kemudian langsung Mang Google manampilkan hasil pencariannya. Mau tau lagu nya seperti apa ? Silakan dilihat dan didengar di Youtube. Silakan yah bukan Silahkan. hehe
Nah kalo liriknya  saya tulis nih

Keluarga Bahagia 
Munsyid : Nowseeheart
Bahagia seluruh semesta
Bermula dari keluarga
Dari titisan susu ibu tercinta
Mengalirlah sungai kasih abadi

Tumbuh dari keringat ayah
Kita perah pengorbanannya yang melimpah
Derai air matanya mengalir
Di darah kita membina cita-cita

Rentaslah seribu laut (serta)
Kembaralah ke seluruh alam
Takkan kau temui
Semurni cinta
Semurni cinta
Keluarga

Langkah remajamu
Ditusuk sembilu
Kembara dewasamu
Diamuk nafsu

Ingatlah pesan Ibu
Kenanglah pesan Ayah
Kembalilah 
Ke jalan Allah.....

Sayangi keluarga
Di situlah bahagia.....

Rabu, 27 Maret 2019

Semarang

         Semarang adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah.
         Dulu rasanya tak pernah terpikirkan ingin berkunjung ke kota Semarang. Untuk apa? Mau apa ?
Tapi setelah, salah satu sahabat tinggal disana karena ikut suaminya, maka keinginan mengunjungi kota lumpia itu muncul. Salah satu sahabat, malah memilih kota Semarang sebagai kota tujuan saat tes CPNS kemarin. Sempat ngiri juga, karena kalo sampe diterima CPNS disana, mereka pasti sering main bareng, lah saya disini nggak ada temennya? T_T.



       Dan ternyata Alhamdulillah, sahabatku itu lulus tes CPNS. Sudah beberapa kali ia ke Semarang, pertama untuk tes, kemudian untuk cari kosan, nerima SK,dan sekarang malah udah pindah kesana. Tuh kan udah berapa kali mereka main bareng, ke Lawang sewu, Sam Poo Kong, dll.
       Wah pokonya wajib ke Semarang ini mah. Hayu nabung-nabung.
       Insya Allah, habis lebaran, mumpung libur sambil nengokin keponakan.
       Aamiin.

Selasa, 26 Februari 2019

MEMILIH


        Setelah lama ga nulis cerita, mari kita mulai lagi bercerita. Cerita apapun, mudah-mudahan dapat dipetik hikmah dan manfaatnya (dipetik? emang buah atau bunga kali ah).
Jadi ceritanya begini...........

Yah begitu...

Maaf, heureuy saalit. Hehe
        Jadi ceritanya waktu libur tepatnya hari kamis tanggal 3 Januari 2019, simkuring pergi  ke salah satu optik yang ada di jalan hazet. Optik Orbita namanya. Kenapa pergi ke optik? karena mau beli kacamata. Yaiyalah. Soalnya kacamata yang sebelumnya udah ga bisa dipake lagi. Dan penglihatan ini harus dibantu  supaya lebih jelas melihat masa depan.  Lebay.
        Kurang lebih 13.30 nyampe di optik. Langsung liat-liat frame yang ada di tokuy (duh meni tokuy bahasana). Tokuy teh etalase atuh bahasa kerena mah. Setelah sekilas liat frame, simkuring mengutarakan kepada pegawai optik bahwa simkuring ingin dicek mata, apakah minusnya bertambah atau tetap. Teteh pegawainya menunjukkan ruangan untuk periksa mata, yang ada di ujung sebelah kanan kalo dari pintu masuk mah. Masuk ke ruang itu, ternyata ada beberapa orang juga yang sedang diperiksa. Sebenarnya, untuk di cek mata itu kalo pesan dari  Pa Asep dosen IPA di UPI Bandung itu lebih baik ke dokter mata langsung. Karena di dokter mata itu,mungkin sebelum disarankan memakai kacamata kita terlebih dahulu disarankan untuk memakan apa misal yang bisa membuat mata kita sehat (koreksi bila keliru) . Tapi simkuring malah pergi ke optik. Langsung we lah. Karena apa coba? Karena perkiraan simkuring, sepertinya akan lebih mahal biaya periksa ke dokter mata daripada beli kacamata. (kacamatanya juga yg framenya standar sih).
      Lanjut, setelah menunggu beberapa menit  tibalah saatnya bagian simkuring diperiksa. Simkuring kira langsung disuruh duduk di kursi yang beberapa meter didepannya ada kombinasi tulisan angka dan huruf, tapi sebelum itu disuruh untuk duduk didepan alat. Entah apa namanya.  Nanti saya gugling nama dan gambarnya. Yang jelas kita disuruh menempelkan dagu dan membuka mata, dan disana kita bisa lihat gambar, entah gambar apa yang kadang terlihat blur kadang jelas.
Nah gambarnya seperti ini








Namanya keratometer ‘autorefractometer

       Beres diperiksa disana, langsung duduk di kursi pemeriksaan. Ditanya dulu sama tetehnya, apakah sudah pernah periksa? kacamatanya dibawa atau nggak? Udah dijawab lanjut periksa. Kita diminta memakai kacamata, yang kacanya bisa dituker-tuker. Sambil kita liat dan baca tulisan yang ada kurleb 5 meter didepan kita. Mulai dari tulisan gede sampe yang kecil. Dipapay. Burem atau jelas. Kalo burem kagak kebaca, tetehnya nuker kaca yang laen. Mata kita diperiksanya satu-satu. Yang kanan dulu. Udah beres yang kanan, terus yang kiri. Sudah beres dua-duanya. Langsung dicoba kaca keduanya, dan terdeteksilah minusnya berapa. Dan ternyata mata sebelah kanan minusnya nambah cuy.
Terus sama si tetehnya dikasih kertas, kayak keterangan minus yang kiri dan kanan berapa. Buat acuan kalo kita mau beli kacamata.
       Oke kita lanjut beli kacamata. Liat-liat lagi frame. Kalo ada pembeli yang lain yang lagi coba, simkuring samperin. Numpang nyoba. Hehe
      Kesana kemari, tapi belum ada yang sreg. Langsung lah simkuring berkonsultasi kepada mba frim, koncoku. Meminta pendapat frame yang cocok untuk simkuring. Oke. diguglingin deh frame yang sesuai dengan bentuk muka. Sebenarnya simkuring juga bingung, termasuk apakah muka simkuring ini teh. Nu pasti mah jebag. Wkwkwkw. Setelah diidentifikasi katanya termasuk yang oblong atau kacamatanya harus oblong. Diperlihatkanlah kepada pegawai optiknya, bahwa simkuring menginginkan frame yang seperti di hp. Beberapa frame dikeluarkan dari berbagai bahan dan merek. Simkuring coba dan sambil selfie, untuk selanjutnya di tunjukan kepada mbafrim. Ada 2 sih, saran dari mbafrim. Tapi kata dia lebih condong ke yang satu. Tinggal bagian saya yang memutuskan. Dan akhirnya setelah melewati masa  mencoba, memfoto, membandingkan, mendengarkan saran, mempertimbangkan dan diputuskan lah frame yang saya pilih dan beli adalah yang satunya lagi, alias bukan pilihan mbafrim.
Pyuuuh,
Kalo meliat ke sekeliling sepertinya saya pembeli terlama yang ada di optik itu. Gapapa yah. Hehe
Lalu adakah hikmah dari membeli kacamata ini?
Tentu ada.
Kalo secara langsung  yang berkaitan dengan  mata atau kacamata adalah : 
1. Jagalah mata kita
     2. Jangan main hp, laptop, liat tv ditempat yang gelap.   
     3. Kalo sudah punya kacamata, jaga baik-baik, jangan sembarang nyimpen
4. Sebelum berangkat ke optik, sercing dulu lah kira-kira frame yang diinginkan
Nah itu
Tapi selain itu adalagi hikmahnya.
        Entah berhubungan  atau tidak, atau ini mah hanya baper. Wkwkwkwkw
Simkuring selalu berpikir atau membayangkan bahwa kegiatan memilih kacamata ini khususnya, atau benda lain umumnya seperti kalo kita akan memilih jodoh. Asyiiik obrolannya tentang jodoh euy. Cikiciww. Apaansih.
       Yah, kita bebas aja sih pilih-pilih. Melihat mana yang cocok, yang kita sreg. Selain melihat kita juga bisa libatkan orang lain seperti keluarga dan sahabat untuk diminta pendapat. Apakah ini baik untuk kita, cocok untuk kita. Tapi pada akhirnya kita sendiri yang memutuskan, karena kita yang akan menjalanainya. Dan yang terpenting adalah libatkan Allah, karena ia lebih tau mana yang baik untuk hamba-Nya. Begitu.

*Tulisan Januari yang baru diposting Februari. Sayang kalo nggak diposting tuda, hasil buah pemikiran yang jarang berpikir.
*Nyambung atau tidak nggak masalah, namanya juga belajar.
*Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan EYD, tapi disesuaikan dengan keinginan simkuring. Terima Kasih                 
Sumber gambar :

Kamis, 24 Januari 2019

Si Onoh Salah fokus

Perkenalkan si onoh, udah punya kerja tapi belum ketemu jodoh. Suka baper kalo liat yang udah nikah,  tapi kalo ditanya udah siap nikah?  Katanya belum. (Hadeuuuh)

Suatu hari,  si onoh mendapat bisikan bahwa ada seseorang yang katanya tertarik kepadanya.  Si onoh merasa geer. Dalam hatinya mesem-mesem. Tapi ia kembali sadar bahwa dirinya tidak pantas dengan orang itu.  Rendah diri lah.

Tapi diam-diam, si onoh sering stalking akun medsos orang yg katanya suka sama dia. (Hadeuuuh)

Dasar emang. onoh onoh, kamu tuh udah salah fokus tau!

Kalo kamu ingin menikah, tapi belum siap.  Yah persiapkanlah.
Kalo kamu merasa tidak pantas,  maka buatlah dirimu pantas.
Terlepas dari siapa yang akan menjadi jodohmu kelak.
Karena....
Belum tentu yang dekat bisa sampai hingga akad.

Sekian cerita tentang si Onoh.
Selingan bukn hanya carita simkuring saja . 😌😌😌

Aku

Ini tentang kebenaran bahwa sebenarnya Aku tidak sebaik yang kalian pikirkan,  bayangkan dan rasakan.
Aku lebih buruk dari yang kalian pikirkan,  bayangkan dan rasakan.

Tanya saja keluargaku, sahabatku, teman kerjaku,  murid-muridku dan orang yang pernah tinggal lama bersamaku. Betapa kesalnya mereka menghadapi sifat burukku.

Maaf jika kalian selama ini berpikiran sebaliknya, kalian pasti kecewa.