Sering ku dengar kata "Ukhuwah". Bahkan materinya telah sering ku dengar. Pun tingkatan-tingkatannya telah ku hafal, mulai dari ta'aruf sampai tsiqoh. Tapi mengapa saya masih berpikiran dangkal tentang wujud ukhuwah. Ingat Nurmalasari Bakti Utama, Ukhuwah itu meskipun tak terlihat tapi terasa dimanapun berada.
Mungkin saya terlalu sensitif saja. Hanya dan cuma karena "begituan" saya jadi gimanaaaaa gitu (merasa tak dianggap).cieela
Tapi mungkin ini juga karena saya kurang mengirim dan "menandai" secara khusus Rabithoh pada mereka. Astagfirullah
*tak apeu,jangan terlalu sensi,positif thinking
untukku : kalau mau menandai sahabat di sosial media, pastikan betul bahwa tak ada sahabat yang tersakiti.
BalasHapus